SEHATI
SEHATI
Oleh: Ruby
Dunia maya bagiku kadang terasa aneh. Beragam warna, warta, dan cerita ada di sana. Perlu dimaklumi saja jika pada akhirnya membuat diri ini seperti lupa usia. Apalagi ketika menemukan teman bersahut kata yang senada dan seirama. Jangan tanya deh. Dijamin pasti betah untuk berlama-lama saling bertukar kisah. Lebih-lebih jika terselip canda tawa.
Hari ini, sepulang dari sekolah kubuka gawai. Biasalah, baca-baca tulisan di face book atau whatsapp untuk membalas komentar teman atas tulisan yang telah diunggah beberapa jam yang lalu. Ternyata, memang betul. Ada komen dari teman yang perlu kubalas.
Bagaimana pun ketika ada komen terhadap tulisanku, secara etis memang sebaiknya direspon. Ya, walau sekadar komunikasi di dunia maya, namun saling berbalas kata tentunya akan lebih merekatkan jalinan. Meski itu hak masing-masing pribadi tetapi diakui atau tidak, ketika seuntai komen direspon oleh si empunya goresan jelas akan memberikan rasa tersendiri bagi si komentator. Ya, setidaknya menghargai atensi kecuali ketika ada komentar yang memang layak diabaikan karena alasan yang masuk akal.
Bukan memaksa juga. Hanya saja sering kuanalogikan dengan dunia nyata. Mana kala seseorang berpapasan, terus yang satu menyapa lantas yang disapa tidak menghiraukannya, maka saya yakin para pembaca tahu sendirilah seperti apa nano-nanonya. Berbeda dengan ketika tegur sapa dibalas pula dengan tegur sapa. Syukur juga jika ada senyum-senyum cerianya. Yang penting bukan menggoda, ya.
Kembali pada soal komen mengomen, kadang bisa juga berlanjut jadi ajang diskusi hingga akhirnya menemukan teman sehati. Seperti yang kualami tadi. Awalnya kami hanya sekadar mengapresiasi. Setelah saling merespon satu sama lain, di luar dugaan ternyata banyak hal sama yang dimiliki.
Namanya saja perempuan dengan perempuan. Wajarlah kalau sudah ketemu lawan bicara, tidak perlu dipertanyakan apa yang akan terjadi. Memungkinkan sekali jika panjang kali lebar ada saja topik yang muncul untuk diurai menjadi bahasan ngalor ngidul hingga berbuntut gelak tawa bersama.
Pokoknya, lucu saja rasanya. Tidak peduli pangkat atau jabatannya apa, begitu sahut kata tersambung dengan lancar maka mengularlah arus celotehnya. Beruntungnya alur yang mengalir dalam cakap maya antara aku dan dia tidak mengarah pada pencarian kuman di seberang lautan.
Mencari solusi untuk menebalkan telinga ketika terdengar kicau burung bernada sumbang, tiba-tiba mengemuka dari kepala. Biarin ajalah. Kita kan niatnya bersaudara dan kolaborasi karya. Lha kok sama jawabnya. Hahaha...endingnya malah terpingkal-pingkal maya berdua. Sehati, ya.
Bilik Senyap, 11-03-2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
