Samsimar

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PENGEMBARAAN SI KANCIL JILID 2

PENGEMBARAAN SI KANCIL JILID 2

SI MERAK CANTIK DAN SI BEBEK BURUK RUPA

Bagian 2

Semenjak kejadian di ejek Si Merak Cantik, Si Bebek Buruk Rupa menjadi enggan datang ke kolam di tengah hutan. Padahal, dia sangat menyukai airnya yang jernih. Dia malas bertemu dengan Si Merak Cantik, takutnya nanti menimbulkan pertengkaran. .

Suatu siang Si Bebek Buruk Rupa sedang mencarri makan. Ada bekas kubangan Babi Hutan.. Di kubangan berlumpur itu banyak ditemukannya cacing tanah. Cacing tanah merupakan makanan kesukaan Si Bebek Buruk Rupa.

Tanpa sengaja Si Merak Cantik, lewat dekat kubangan bekas itu. Si Merak Cantik menyapa Si Bebek Buruk Rupa dengan sombongnya.

“Hai.. Bebek Buruk Rupa..., mengapa kamu suka sekali mencari makan di tempat kotor seperti ini? apakah kamu tidak ingin memiliki bulu yang indah seperti diriku? Coba deh.., kamu bercermin di air kubangan itu. Lihatlah wajahmu, jelek dan menyedihkan,” ucap Si Merak cantik dengan pongah.

“Mohon maaf, Merak..! Kamu mengapa senang sekali mengejek aku, Merak? Apa yang membuatmu sakit hati melihatku?” tanya Si Bebek dengan heran.

“Haa... haa..., rupamu yang buruk, bulumu kusam dan bau, suka mencari makan di tempat kotor, itu yang membuatku jijik melihatmu,” ucap Si Merak penuh kesombongan.

“Yaa Tuhan..! Mengapa kamu yang merasa terusik? Aku tidak pernah usil terhadapmu. Tapi kamu selalu cari masalah denganku!” tanya Si Bebek Buruk Rupa dengan perasaan tidak enak.

“Eehh.. suka-suka aku lah Bek. Tak usah marah begitu, dong. Kenyataannya kamu memang dekil, tak suka menjaga kebersihan badan. Bau.., bikin aku mual seperti mau muntah!” ejek Si Merak Cantik terpingkal-pingkal. Bulunya mengembang, dan kepalanya ikut bergoyang-goyang. Dia seperti mendapat hiburan baru menggoda Si Bebek Buruk Rupa.

Si Bebek menjadi sangat sedih. Air matanya sudah berlinang. Si Bebek yang rendah hati, tak kuasa membalas kejahatan Si Merak Cantik.

“Kamu jahat, Merak..., aku tidak membalasmu. Biar saja Tuhan yang akan memberi pelajaran kepadamu,” ucap Si Bebek Buruk Rupa.

Akhirnya Si Bebek Buruk Rupa dengan air mata berlinang meninggalkan Si Merak Cantik. Sepanjang jalan, dia pun menangis. Sedih rasanya, apalagi diejek dan dimaki, sungguh pilu rasanya hati.

Diperjalanan, Si Bebek Buruk Rupa bertemu dengan Si Kancil yang sedang berlari-lari kecil hendak mencari makan. Si Kancil merasa heran, melihat Si Bebek Buruk Rupa yang berjalan menunduk dalam wajah sedih.

BERSAMBUNG.

#Lubuk Alung, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post