SAYANGI IBUMU
Karena kasihnya kita lahir ke dunia. Betapa berat perjuangan hidupnya saat mengandung. Sembilan bulan lebih, dia menanggung sakit dan senang. Lelah dan letih dia abaikan, demi mendapatkan anak tersayang.
Setelah lahir ke dunia, susah payah dia menjaga dan melindungi kita. Siang dan malam seluruh kasihnya dia curahkan, demi anak tersayang. Setiap hari, disusui dan dinina-bobokan, agar si anak merasa nyaman. Kadang perih dan lapar pun dia tahankan.
Sepenuh cinta dan kasih sayang dia curahkan, hingga kita besar. Dia didik dengan penuh cinta. Dia sekolahkan, agar menjadi pintar. Diserahkan mengaji, agar tahu jalan ke akhirat.
Harapan indah selalu dia bayangkan. Doa-doa terbaik selalu dia langitkan, agar si buah hati jadi anak berguna dan berbakti kepada kedua orang tua.
Ketika anak sudah dewasa dan memiliki keluarga sendiri, tinggallah dia merenung hati tuanya. Doa untuk kebahagiaan anak, menantu dan cucu selalu dia pinta, agar anaknya selalu bahagia.
Setelah sukses, adakah anak membalas budi. Setelah bahagia, adakah anak ingat dengan ibunya? Apakah madih ada, cinta nomor 1 adalah Ibu?
Banyak terjadi, setelah sukses, anak lupa. Dia merasa cukup dengan berkirim uang pada ibunya, merasa sudah cukup membahagiakan ibu. Padahal pengorbanan seorang Ibu, tak terbalaskan deng uang, emas permata, sekalipun gunung kau sulap menjadi emas atau berlian.
Semoga kita tidak termasuk orang yang menelantarkan ibu di hari tua nanti. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
