JANGAN BERI CELAH UNTUK PERGAULAN BEBAS
JANGAN BERI CELAH UNTUK PERGAULAN BEBAS
#Lombafebruari2023.mediaguru.id
“Jangan dekati zina. Jangan berdua-duaan di tempat sunyi, karena orang ketiganya adalah setan.” Demikian Islam menuntun umatnya dalam bergaul. Tuntunan dan pedoman yang jelas dalam Al-Quran. Menjaga dan melindungi keluarga dari pergaulan bebas, menjadi kewajiban bagi umat Islam. Tidak ada toleransi sedikitpun untuk pergaulan bebas, karena akibat dari pergaulan bebas sangat banyak.
Pergaulan bebas mengakibatkan kehamilan di luar nikah, anak tidak bernasab pada ayahnya, anak tidak memiliki hak waris. Jika anak yang terlahir di luar nikah itu laki-laki, maka kelak bila dewasa, menikah dan memiliki anak perempuan, maka dia tidak berhak menikahkan anak perempuannya. Jika dia terlahir sebagai anak perempuan, maka ayah biologisnya tidak berhak menjadi wali nikah anaknya tersebut.
Akibat pergaulan bebas terjadi aborsi, pembunuhan, perselingkuhan, dan berbagai tindakan kejahatan lainnya. Karena itu, katakan tidak untuk pergaulan bebas. Jangan beri celah bagi anak-anak kita untuk mencicipi pergaulan bebas.
Biarlah kita dianggap orang tua kuno, atau kampungan. Demi keselamatan masa depan mereka, lebih baik kita tegas kepada anak. Jangan beri celah anak bergaul bebas, berpacaran dan mengizinkan anak dengan pacarnya pergi berdua-duaan ke tempat-tempat rekreasi yang menyebar maksiat. Jangan izinkan anak kita mengikuti party dansa di cafe-cafe atau di hotel-hotel. Acara sejenis seperti pasar malam, layar tancap, dsb, tempat anak muda nongkrong dan bercengkerama bebas.
Menjaga aurat anak perempuan dari pandangan mata lelaki, merupakan keharusan dalam Islam. Dosa anak perempuan yang sudah aqil baligh karena membuka aurat turut ditanggung dan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat kepada ayahnya, saudara laki-laki dan suaminya (bila sudah menikah). Mengumbar aurat, akan memancing syahwat lelaki di luar, yang bisa saja akan melakukan tindak pelecehen dan kejahatan lainnya.
Sebagai orang tua, semestinya kita mengenali teman dekat/sepergaulan anak sendiri. Jika anak minta izin ke rumah temannya, pastikan dia benar-benar berada di rumah yang dimaksud. Kita harus benar-benar yakin, lingkungan pergaulan anak kita aman dari pengaruh teman-teman toxid atau perusak. Alangkah lebih baik, bila anak kita belajar dan bermain dengan temannya di rumah kita sendiri, agar kita dapat mengawal apa yang mereka diskusikan, kegiatan apa yang mereka lakukan. Masyarakat juga perlu menegur, bila anak bergaul sudah melampaui batas kewajaran.
Zaman semakin maju, teknologi sudah mencapai pelosok daerah. Tidak ada anak yang tidak mengenal HP atau android. Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan anak bebas berselancar di dunia maya. Pergaulannya tidak lagi sebatas teman sekolah, sekampung atau sekampus saja. Mereka berteman di face book, twitter, instagram, whatshapp, blogger, dsb. Sebagai orang tua, kita perlu mengawasi dan mengontrol android anak. Konten-konten fornografi dan merusak mental serta moral anak, patut kita waspadai.
Ayah dan ibu, jangan lupa menjalin hubungan sosial emosional yang akrab dengan anak. Walaupun anak sudah duduk di bangku SMA atau kuliah, jangan acuh dan tidak peduli dengan anak. Ajaklah mereka mengunjungi kerabat, pergi undangan atau berekreasi bersama. Ciptakan quality times dengan keluarga, sesibuk apapun kita. Jangan sampai anak merasa tidak diacuhkan, apalagi merasa diabaikan dan tidak diperhatikan. Kekurangan kasih sayang, merupakan salah satu penyebab anak terperosok dalam pergaulan bebas.
Sebagai orang tua, luangkan waktu untuk bercerita dan mendengarkan anak. Simak ceritanya tentang pelajarannya, tentang guru dan temen-teman sekolahnya. Dengarkan kisahnya tentang ketertarikannya pada lawan jenisnya. Saat itu kita dapat memberikan senyuman simpatik, nasihat yang menyenangkan hatinya, serta pesan moral yang berguna sebagai tuntunan hidupnya.
Untuk membentengi anak dari pergaulan bebas, kita harus memberi contoh keteladanan dalam keluarga. Sebagai ibu, contohkan pada anak cara berpakaian yang sopan, bertutur kata yang baik dan manis. Ajari anak kita taat beragama, tidak lalai dalam ibadah serta menghargai orang lain.
Setiap waktu, doakan anak-anak kita agar selalu dilindungi Allah dari pengaruh buruk setan dan manusia yang menyesatkan. Semoga anak cucu kita dijauhi dari dosa zina. Aamiin.
.
Lubuk Alung, 15-02-2023
PROFIL PENULIS
SAMSIMAR. S.Pd.SD, Lahir di Dusun Indarung Desa Aie Tajun pada tanggal 26 Februari 1969 dari pasangan Almarhum Abdul Hadi (ayah) dan Almarhumah Ratini (ibu). Riwayat Pendidikan SDN Aie Tajun, lulus Tahun 1983, SMPN Sintuk, lulus Tahun 1986, SPGN Lubuk Alung, lulus Tahun 1989, PGSD Diploma II IKIP Padang Tahun 1993, Universitas Terbuka (S1) Tahun 2010.
Riwayat Pekerjaan: Guru SDN 040 Repan tahun 1993-2003, Guru Pamong SMP Terbuka (SMPN 2 Rangsang) 1997-2003, Guru SDN 01 V Koto Timur Tahun 2003-2016, Kepsek SDN 23 V Koto Timur 2016-2019, Kepsek SD Negeri 03 Sintuk Toboh Gadang 2019-2022, Kepsek SDN 04 Sintuk Toboh Gadang-sekarang.
Prestasi penulis: Buku karya tunggalnya: 1. Melukis Pelangi di Desa Repan; 2. Sepenggal Cerita Masa Kecil; 3. Dongeng Pengantar Tidurku; 4. Sepenggal Dongeng Sebelum Tidur; 5. Menikam Rindu di Balik Bayang-Bayang. 6. Pengembaraan Sikancil.
Penulis juga menulis buku antologi sebanyak 45 buah bersama penulis MediaGuru dan grup penulis Nusantara lainnya. Penulis dapat dihubungi melalui E-mail **(censored)** atau WA: **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
