MENDIDIK DAN MENYAYANGI SEPERTI ANAK SENDIRI
MENDIDIK DAN MENYAYANGI SEPERTI ANAK SENDIRI
#Lombajuli2023.gurusiana.id
Pendidikan adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya pendidikan budi pekerti, pikiran, serta tubuh anak. Ki Hajar Dewantara dalam mendidik menerapkan 3 semboyan:yaitu: Ing Ngarso Sung Tuladha (menjadi teladan bagi peserta didik), Ing Madya Mangun Karsa (menciptakan ide bagi peserta didik), serta Tut Wuri Handayani (memotivasi dan memberi arahan/dorongan bagi peserta didik).
Guru yang mampu mendidik, bukan hanya memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi sosial yang tinggi serta menjunjung tinggi martabatnya sebagai pendidik.
Pendidik itu di mana pun dia berada, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat, dia mampu menempatkan dirinya sebagai teladan. Dia menjadi teladan dalam adab, etika, moral dan adat yang dipakai masyarakat. Dia mampu menjadi contoh bagi peserta didik, teman sejawat dan masyarakat dalam beragama dan bersosialita di mana pun berada.
Guru harus mampu menciptakan ide-ide baru bagi anak didiknya, inovatif dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran dan kreatif dalam memakai atau menciptakan media. Guru seperti ini akan menciptakan pembelajaran menjadi bergairah dan menarik, tidak membosankan. Dia menjadi inspirasi bagi anak didiknya, dan selalu energik dalam mengajar dan membimbing siswa. pendidik yang kreatif akan mampu membangun energi positif dalam diri peserta didiknya.
Guru hebat itu selalu memberi motivasi kepada anak didiknya dengan berbagai cara, baik secara lisan maupun tindakan atau perbuatan. Upaya guru menumbuhkan minat dan bakat peserta didik melalui motivasi, sangat penting. Motivasi yang diberikan guru, menunjukkan perhatian dan kasih sayang seorang guru kepada siswanya. Tanpa adanya motivasi yang kuat dari guru, peserta didik akan merasa cepat bosan, merasa tidak dihargai bahkan dapat membuat anak jadi kecewa.
Memberi motivasi ibarat memberikan pupuk kepada tanaman, artinya bila seorang guru memberikan motivasi kepada siswanya baik berupa pujian, hadiah kecil ataupun usapan/belaian kasih sayang, mampu menjadi penyemangat bagi siswa. Mereka merasa dihargai dan dimengerti.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, membimbing, mengajar, menilai, melatih dan mengevaluasi peserta didik mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal.
Pada pasal 8 dalam UURI Nomor 14 tahun 2005 tersebut seorang guru harus memiliki, 4 kompetensi guru, meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Seorang guru memiliki kompetensi kepribadian, merupakan kemampuan personal sebagai pribadi dewasa, arif dan berwibawa, stabil dan mantap, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, pengembangan diri, serta mengevaluasi hasil belajar peserta didik.
Kompetensi sosial guru merupakan kemampuan seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan rekan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, rang tua peserta didik serta masyarakat sekitar lingkungan sekoah. Ciri-ciri guru yang memiliki kompetensi soaial meliputi: memiliki sikap inklusif, bertindak bjektif, berkomunikasi dengan santun dan empatik, beradaptasi dengan lingkungan mengajar, serta mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan.
Kompetensi profesional seorang guru mencerminkan penguasaan guru terhadap materi pembelajaran lebih luas dan mendalam, mengembangkan materi pembelajaran dengan kreatif, mampu melakukan pengembangan profesional berkelanjutan serta mampu memanfaatkan teknologi dengan baik.
Seorang guru selalu siap mendidik dan menyayangi peserta didiknya seperti mengajar anaknya sendiri. Guru yang disayangi dan dicintai peserta didiknya, dinanti dan dirindukan kehadirannya, serta didengarkan nasihatnya, apabila dia mampu menguasai semua kompetensi tersebut, menjadi guru hebat dengan ciri-ciri sebagai berikut: Menguasai materi yang diajarkannya, menjelaskan pelajaran dengan contoh yang gamblang; Kreatif dan inovatif dalam dalam menggunakan media dan memanfaatkan teknologi; Mampu menjadi sosok teladan dalam bertutur kata, bertingkah laku, bertindak, dan berbuat; Menyayangi tanpa membedakan asal-usul, sosial, ekonomi dan ras peserta didik; Mampu menjadi sahabat, dan menghargai peserta didik dengan segala kelebihan dan kekurangannya; Menciptakan suasana riang dan gembira bagi anak dalam belajar.
Semoga kita bisa menjadi guru yang mampu mendidik dan menyayangi peserta didik seperti anak sendiri.
#Lubuk Alung, 20-07-2023
PROFIL PENULIS
SAMSIMAR. S.Pd.SD, Lahir di Dusun Indarung Desa Aie Tajun pada tanggal 26 Februari 1969 Riwayat Pekerjaan: Guru SDN 040 Repan tahun 1993-2003, Guru Pamong SMP Terbuka (SMPN 2 Rangsang) 1997-2003, Guru SDN 01 V Koto Timur Tahun 2003-2016, Kepsek SDN 23 V Koto Timur 2016-2019, Kepsek SD Negeri 03 Sintuk Toboh Gadang 2019-2022, Kepsek SDN 04 Sintuk Toboh Gadang sampai dengan sekarang.
Prestasi penulis: Buku karya tunggalnya: 1. Melukis Pelangi di Desa Repan; 2. Sepenggal Cerita Masa Kecil; 3. Dongeng Pengantar Tidurku; 4. Sepenggal Dongeng Sebelum Tidur; 5. Menikam Rindu di Balik Bayang-Bayang. 6. Pengembaraan Sikancil.
Penulis juga menulis buku antologi sebanyak 50 buah bersama penulis MediaGuru dan grup penulis Nusantara lainnya. Penulis dapat dihubungi melalui E-mail **(censored)** atau WA: **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
