Tagur 946 Kehidupan Dunia Bagai Panggung Sandiwara
Kehidupan dunia ini bagau panggung sandiwara dan sutradaranya langsung oleh Allah swr. Dalam menjalani kehidupan dunia yang sudah menjadi skenario atau taqdir Allah swr dengan modal keimanan. Pada hakekat dari taqdir Allah swt semuanya baik dan untuk kebaikan manusia itu sendiri, sehingga orang beriman harus tetap menjaga prasangka yang baik kepada Allah, apapun yang terjadi.
Ketika ada hal-hal yang terjadi terasa kurang baik, kurang beruntung, kurang berpihak maka saat itulah kita intropeksi diri, evaluasi diri atau bermuhasabah. Kemungkinan besar terdapat kesalahan dan khilaf yang pernah kita lakukan atau Allah swt ingin menaikkan derajat kita dengan ujian tersebut.
Tentunya dihadapan Allah swr kita tidak bisa bersandiwara karena Allah swt maha mengetahui terhadap segala yang kita lakukan secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi bahkan apa yang terbersit dalam hati. Allah Maha Mendengar semua pembicaraan yang kita ucapkan secara terang maupun bisik-bisik. Sandiwara biasanya di hadapan manusia. Baik sandiwara by desaign dengan sutradara profesional untuk siaran film, sinetron dan lain sebagainya. Ini sifatnya kolosal dengan ditunjang oleh teknologi dan naskah yang dirancang menarik.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
