Tagur 1158 Mengenal lebih dekat dengan tokoh ulama Bekasi KH Muhajiirin Amsar
Kita mengenal sosok K.H. Muhammad Muhajirin Amsar yang sangat dikenal dengan ulama hadits Indonesia yang produktif menulis banyak kitab. KH Muhammad Muhajirin Amsar al Dari, selanjutnya disebut sebagai Kiai Muhajirin dilahirkan pada tanggal 10 November 1924 di Kampung Baru, Cakung, sebuah daerah di pinggiran kota Jakarta (sekarang masuk Kotamadya Jakarta Timur).
KH Muhajirin Amsar al Dari merupakan anak sulung dari pasangan H. Amsar dan Hj. Zuhriah. Beliau merupakan kelahiran yang diperoleh dari silsilah keluarga besar dan berpengaruh di Kampung Baru. Bapaknya H. Amsar bin Fiin adalah keturunan keluarga “jawara” dan ibunya Hj. Zuhriah binti H. Syafi’i bin Jirin bin Gendot adalah dari keturunan ”muallim” yang mencintai ilmu agama.
Kegigihan KH Muhajirin Amsar Al Dari dalam mengajarkan ilmu agama ini menurut sebagian peneliti menguatkan pandangan bahwa Kiai Muhajirin juga bertariqah. Yaitu Tariqah al-Ta’lim wa al-Ta’allum dan ini dikenal membuatnya berjuang dalam ilmu pengetahuan Islam ( jihad ilmiah ). KH Muhajirin Amsar Al Dari pernah menolak jabatan grand mufti di salah satu negara bagian Malaysia. Menurut beberapa sumber dikatakan, bahwa ia lebih memilih mengajarkan ilmu agama di pesantren.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
