Tagur 1184 Sejarah puasa 6 hari bulan syawwal
Sebagaimana kita ketahui bahwa Ramadhan tahun ini menjadi salah satu bulan yang berkesan. Hal ini disebabkan oleh begitu banyak peluang kebaikan yang bisa kita tanam. Selain itu, jika tahun sebelumnya kita masih belum sempat untuk menjalankan sholat tarawih secara berjamaah di masjid.
Pada bulan Ramadhan tahun ini kerinduan untuk sholat berjamaah di masjid pun tertunaikan. Beberapa masjid mulai mengizinkan jamaah sholat di dalam. Tentunya, tak lupa selalu menjaga protokol kesehatan.
Setelah bulan Ramadhan berakhir dan memasuki Bulan Syawal, bukan berarti kita bisa bebas melaksanakan semua tuntutan nafsu. Dan pada bulan Syawwal ini juga ibadah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Salah satunya puasa selama 6 hari di Bulan Syawal.
Dan pada bulan Syawwal ini juga umat muslim secara moral dan spiritual harus mampu mempertahankan dan meningkatkan keimanan nya. Setelah menempuh ujian selama satu bulan, umat muslim diharapkan bisa mempertahankan ibadah yang telah dilakukan pada Ramadhan hingga datang Ramadhan berikutnya. Syawal juga bermakna sebagai bulan peningkatan ibadah dan amal saleh.
Dan pada bulan Syawwal ini pula tertoreh sejarah penting dalam kehidupan Rasulullah SAW serta peradaban Islam. Menurut Ibnu Manzur dalam Lisan al-Arab, Nabi Muhammad SAW mempersunting Siti Aisyah RA, putri Abu Bakar RA, pada bulan Syawal juga. Keduanya memulai hidup bersama pada bulan Syawal.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
