Sandi Yulianto Samah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang perantau 19

Sang perantau 19

Dinginnya sikap Husni menjadi tanda tanya bagi anak sulung Herman yang membuatnya ingin menyelidiki penyebabnya. Semua pasti ada sebabnya. Hanya pada wanita yang sebaya dan dibawahnya. Pada wanita yang lebih tua dia sangat hormat. Sangat hormat.

"Oh ya perkenalkan ini saudara seperguruanku dari Kerinci. Namanya Husni."

Husni menjura memberi hormat kepada isteri Herman dan ketiga anaknya yang membalas dengan anggukan.

"Sudah lama nyampai?"

"Baru kemarin Kakak."

"Mau kuliah apa mau kerja?"

"Rencananya cari kerja."

"Kenapa gak kuliah?"

" Belum ada kepikiran kakak. Mungkin sudah dapat kerja baru kuliah."

"Bagus juga seperti itu. Sekarang banyak kuliah yang online. Bahkan mau beli ijazah pun ada. Asal ada uang."

"Memang ada Kakak?"

"Kalau dicari pasti ada Husni."

"Bisa jadi tapi ilmu tak ada.*

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post