Sang perantau 21
Ternyata Jack tidak datang sendiri, ia datang bersama lucy, anaknya yang selalu menemaninya kemana pun dia pergi. Sekaligus mengajari anaknya bisnis. Memang bakat bisnis lucy sangat luar biasa. Dia cepat menyerap semua ilmu yang diberikan oleh semua orang yang mengajarinya. Dia memetakan dengan membuat master plan.
Husni kagum dengan kemampuan Lucy yang dapat menuangkan semua ide dalam sebuah perancangan yang sangat matang. Rupanya Jack, selain pekerja kaltek juga mempunyai usaha sampingan impor baju bekas dari Eropa ke Indonesia. Pakaian yang sangat mahal jika harga orisinilnya. Ya sebatas itu. Cukup menarik. Untuk membuka pertama tidaklah susah.
"Bagaimana Dinda? Tertarik?"
"Cukup menarik."
"If you are interested, you are in a relationship with Lucy, my daughter."
"Ok..I agree."
Husni langsung menyetujui. Pakaian bekas dari Eropa yang lewat Dumai akan didistribusikan ke kerinci. Lalu barang kerinci apa yang dapat dibawa kemari? Tampaknya sayuran cocok juga. Berarti timbal balik.
Lucy dan Husni bercerita tentang rencana mereka. Jack tersenyum. Memang ia sudah memantau kemana Husni pergi. Ia melihat luka yang sama dengan dirinya. Ia akan mengobati luka itu. Ya akan mencoba. Apalagi ia melihat Lucy sangat tertarik padanya. Apa salah ia mencobanya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
