Sandi Yulianto Samah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang perantau 27

Sang perantau 27

Husni berjalan ke arah kursi Lucy dan Jack, ayah Lucy. Mereka berbicara serius. Rupanya Husni mendapatkan bea siswa penuh ke sana kalau dia belajar secara Luring dan mendapatkan beasiswa separuh bila belajar daring.

"Fikirkan lagi, Husni. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Di sana akan banyak yang dapat kamu lakukan. Jaringan semakin luas. Dan juga bisa mempertemukan Lucy dengan ibunya. Wanita yang melahirkannya. Umur kita dak tentu, Husni. Saya tak ingin dibilang egois. Apalagi mereka tidak dianugerahi anak."

Husni melirik Herman dan Da Zul yang mengangguk yang makin menguatkan dirinya.

"Usahamu disini jangan bimbang. Aman akan mengamankannya."

"Yo Husni. Abang siap bantu jugo."

Husni mengangguk tanda setuju.

Mereka memesan tiket ke London dan terus ke Cambridge. Jarak antara London dan Cambridge sekitar 89 km (55 mil) secara garis lurus, namun jarak tempuh dengan kendaraan sekitar 90-100 km (58-62 mil), dengan waktu tempuh kereta api tercepat kurang dari 50 menit dan mobil sekitar 1-1,5 jam tergantung lalu lintas.

Mereka berangkat pekan baru ke Batam, kemudian Batam ke London dan naik kereta api ke Cambridge. Hanya berdua. Lucy ingin menghabiskan waktu berdua sampai ajalnya tiba.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post