Sandi Yulianto Samah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang perantau 29

Sang perantau 29

Kabar kedatangan Lucy sampai juga ke ibunya yang sudah bertahun-tahun mencarinya. Ia merasa sangat bersalah kepada Buah hatinya. Tak mampu dia mengucapkan berapa dalam penyesalan yang ia rasakan.

"Akhirnya engkau datang juga my sweet heart."

Dia mendatangi apartemen tempat Lucy tinggal dengan harapan ada maaf untuk dirinya. Hidup tanpa anak membuatnya merasa sangat kesepian.

Baru menjejakkan kakinya di halaman apartemen, ia bertemu dengan kakak sepupu Jack,dosen Cambridge university yang langsung menahannya.

"Jika kau ingin menyakiti keponakanku lagi, kau berhadapan denganku."

Cinthia, ibu Lucy sangat terkejut.

"Kau?"

"Cinthia...jangan kamu kira kami mudah melupakan pengkhianatan dan penghinaan terhadap saudara kami. Dia memang tidak memiliki apa-apa. Ia melarikan diri dari kekayaan yang kami miliki karena ingin melihat adakah ketulusan cintamu. Ternyata engkau menghinanya karena gajinya tak setara dengan gajimu. Jangan kau harap aku memaafkan kamu."

Lucy keluar dari apartemennya dan melihat orang yang sangat dibencinya. Ia tak bergeming sedikitpun. Matanya tampak sangat tajam memandang wanita separuh baya di hadapannya. Ya ia datang sendiri. Tanpa suami barunya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post