Sang perantau 30
Lucy menatap penuh selidik atas kedatangan ibunya. Ia memandang dengan mata tak berkedip yang membuat ibunya salah tingkah. Ia tak bisa melupakanmu kisah ibunya yang tega meninggalkannya demi lelaki kaya. Ia tak menggubris jeritannya memanggilnya. Demi harta. Demi prestise. Masih ingat ia peristiwa puluhan tahun yang lalu. Masih sangat ia ingat kesombongan ibunya.
Lucy tak berkedip. Ia hanya diam memandang tajam.
Richard, pamannya menghampiri keponakannya.
"Tenang, Nak. Paman ada disini."
Lucy melirik lembut kepada Richard. Tantenya membentenginya bersama. Sulit bagi chintia mendekati anaknya. Sangat sulit. Ia melihat anaknya sedang tidak baik-baik saja. Naluri seorang ibu mengatakan semua.
"Apa yang terjadi denganmu nak? Ibu bermimpi melihat pusaramu. Apakah ini berarti hatimu telah mati untuk ibu? Atau nurani mu telah tewas dalam kesedihan?
Chintya membatin. Wajah pucat Lucy telah memberitahukannya bahwa anaknya sedang sakit parah. Ia yakin itu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
