Sang perantau 31
Lucy tampak sangat tenang. Mungkin sudah terbiasa menahan rindu belaian seorang ibu. Sifat tomboynya jelas nyata. Tak pernah ia memakai gaun seumur hidupnya. Ya, tapi ia bukan penyuka sesama jenis.
"Untuk apa anda datang kemari?"
Lucy angkat bicara.
Chyntia, mama Lucy menghela nafas. Kata-kata anda sangat menghunjam hatinya. Sangat menyakitkan.
"Mama hanya ingin bertemu..."
"Mama? Sejak kapan anda punya anak? Bukankah anda mengatakan bahwa saya dan ayah saya bukan keluarga lagi? Tak ingin mengenal kami lagi. Sampai jeritan saya anda tidak anda gubris? Apakah itu namanya mama?"
Chyntia langsung meneteskan air mata penyesalan yang mendalam.
"Saya hanya berpegang pada ucapan anda waktu anda meninggalkan saya dengan luka yang dalam. Saya sudah terbiasa hidup tanpa seorang ibu. Dari dulu sampai sekarang. Jangan paksa saya memanggil satpam untuk membawa anda keluar dari apartemen ini"
Lucy bicara tegas tanpa meneteskan air mata sehingga membuat Husni tampak tertegun. Keras juga watak Lucy ini. Atau luka yang dalam membuatnya menjadi seperti ini. Ya seperti hatinya yang masih belum bisa menerima kehadiran wanita untuk mengisi hari-harinya. Ternyata semua manusia mempunyai luka masing-masing.
Chyntia hanya tertegun. Tak menyangka akan dapat penerimaan seperti ini. Namun ia sadar anaknya seperti ini karena ulahnya. Ia hanya menunduk.
"Jika memang mama sudah tak ada di hatimu, biarlah mama bawa pergi semua ini. Mama berharap ada pintu maaf untuk mama. Jika memang tidak ada, biarlah mama memendam rindu yang bertahun-tahun ini".
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
