Sang Perantau 32
Chyntia beranjak pergi dengan perasaan hati teriris-iris. Bayangan masa lalunya melintas dalam benaknya. Kata-kata mencaci dan merendahkan Jack, mantan suaminya tergambar lagi. Sampai ia mencuekkan anaknya yang sedang sakit dan ulang tahun. Tiada kehadirannya. Ia menangis sesenggukan. Menangis sejadi-jadinya.
" Maafkan mama Lucy. Maafkan mama. Mama lupa kalau sebenarnya harta adalah dirimu. Mama memburu harta dan karir sehingga memandang rendah ayahmu dan mencari orang yang lebih tinggi jabatan dan lebih kaya dari ayahmu. Semua aku dapat tapi ketiadaan anak membuatku hampa."
Ia menghela nafas sejenak dan membiarkan air matanya mengalir deras.
"Mama pasrah sekarang. Tapi mama akan cari tahu terus tentangmu. Mama ingin tahu apa yang sedang kau derita. Mama akan melakukan sesuatu untukmu."
*****
Sepeninggalnya Chintia Lucy masuk kamarnya. Ia berdiam diri dalam kamar. Husni hanya helakan nafas panjang. Rasa sakit ditelantarkan oleh ibunya masih dalam. Niatnya ingin melupakan semua. Tapi kehadiran Chintia membuka lama yang belum bisa disembuhkan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
