Sang Perantau 39
Elizabeth terhenyak melihat kerakusan max dan Kirsten. Padahal harta kekayaan max yang CEO perusahaan lif ton dan Kirsten HRD perusahaan lif ton pun sangat besar dan tak terhitung. Di tambah lagi harta mereka berdua semua sudah atas nama mereka. Sekarang mereka mengincar harta Chintya. Dan Chintya menyadarinya. Jika ia tak punya keturunan maka harta itu akan hilang, kecuali ia berniat memberikan kepada organisasi sosial yang sangat membutuhkan. Memang itu tekadnya. Jika ia tak menemukan donatur sum sum tulang belakang untuk anaknya maka ia akan menyerahkan semua hartanya untuk yayasan amal kanker darah. Sekarang diapun telah menjadi donatur tetap untuk yayasan itu. Dia membayar 250.000 poundsterling per bulan.
Elisabeth yang melihat perlakuan dua anaknya sangat tertekan. Tidak seperti saat mereka tinggal dengan Jack. Jack memperlakukan mereka sangat luar biasa. Seandainya dulu aku tak percaya dengan mereka. Jack ternyata berasal dari keluarga berada. Bahkan akademisi hebat di Cambridge. Sungguh bodoh aku percaya tanpa menyelidiki.
Ia menatap suaminya dengan pandangan hampa. Akankah mereka akan selamat? Mereka menunggu kematian dengan was-was. Saat umur mereka sudah renta dan harta sudah tidak ada lagi bersama mereka. Mereka sering sendiri. Tidak ada yang menemani. Jika salah seorang mereka meninggal maka mereka akan sendiri selamanya. Terbayang mereka wajah Lucy yang mereka sia-siakan. Tak dianggap cucu oleh mereka. Air mata mereka menetes saat tahu anaknya mengidap penyakit kanker darah.
"Bagaimana dengan nasib cucu kita Honey?"
Elisabeth melirik suaminya, Michael yang bertanya.
"Apakah kita akan berdiam diri, Mike?"
"Sudah cukup kita melihat penderitaannya, liz. Sekarang aku ingin menebusnya. Aku akan menghubungi semua rekanan lama."
"Benar. Relasi perusahaan kita ada di seluruh dunia."
"Tapi uang kita sudah tidak ada lagi."
"Kita cari dulu. Uang belakangan."
Keduanya saling pandang dan mengangguk mantap.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
