Sang Perantau 41
Apa pun yang terjadi mereka akan tetap mencari donor sumsum tulang belakang untuk cucu mereka walaupun mereka harus terbuang dari rumah. Sudah cukup kekejaman ini. Mereka harus menghentikan kekejaman kedua anaknya.
Max dan Kirsten sangat kesal dengan peralihan sikap mama dan papanya. Jadi mereka telah tahu siapa keluarga Jack, ayah Lucy? Mereka berdua tak bisa berkata apa-apa. Ternyata cerita bohong yang mereka buat untuk mendeskreditkan Jack di mata mama dan papanya ketahuan juga. Pantasan mereka menjadi memihak kepada Lucy. Bertahun-tahun mereka hidup dalam kebohongan sehingga mampu menikmati harta Chintya dan kedua orang tuanya yang membuat mereka takut menikah karena khawatir harta mereka direbut oleh kekasih mereka. Ya ketakutan yang sangat dalam.
"Bagaimana max?"
"Bagaimana apanya?"
"Mama dan papa tampaknya sudah beralih arah. Apa yang kita lakukan?"
Max mondar-mandir seperti kereta api.
"Tak mungkin kita membunuh mereka kan?"
"Kamu gila? Masa kita harus membunuh mereka. Mereka papa dan mama kita. Dan lagi jika ketahuan kita membunuh mereka harta mereka akan jatuh kepada Lucy."
"Kalau kita asingkan bagaimana?"
"Maksudnya?".
"Kita bawa ke suatu tempat dan dilayani oleh pelayan. Tapi tidak ada seluler di sana sehingga mereka tak mampu menghubungi rekanan mereka."
"Bagus. Tapi di mana?"
Max menghela nafas panjang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
