Sandi Yulianto Samah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang Perantau 44

Sang Perantau 44

Husni kaget melihat Jack telah berada di hadapannya dengan stelan pakaian yang sangat necis. Tuxedo warna hitam dan rambut sisir samping yang menambah ketampanannya yang membuat Husni pangling.

"Masya Allah Oom Jack...ganteng sekali!"

"kamu ada ada saja. Lucy kuliah?"

"Yq....ada riset ke Liverpool..."

"Kamu sendiri?"

"Ya Oom. Dak terasa sudah selesai semester ini. Oh ya usaha di Dumai bagaimana?".

"Herman sangat amanah, Husni. Usahanya makin besar."

"Alhamdulillah.. lama Oom sini?"

*Mungkin agak lama karena ada urusan bisnis juga."

"Oom delegasi perusahaan?"

"Boleh dikatakan seperti itu."

Jack berkata seadanya karena memang dia dan Herman sedang membangun bisnis yang melibatkan semua petani. Mereka mengembangkan bisnis pertanian dan perkebunan. Agrobisnis. Mulai dari kulit manis. Pengembangan pelabuhan muara sakai yang sudah tutup serta pemanfaatan asrama haji dulu menjadi asrama pegawai pelabuhan. Perhitungan mereka jika dibawa ke Dumai terlalu jauh. Bukankah misi mereka membuat lapangan kerja?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post