Sang Perantau 51
Chintya menatap Jack lekat-lekat seolah ingin menyelami mata yang sangat teduh itu. Lelaki yang sangat sabar dengan apa yang diterimanya. Salut dia lelaki ini tidak menikah. Ya karena dia tahu anaknya membutuhkan perhatiannya.
Jack tersenyum manis. tulus yang makin membuat dirinya merasa tertusuk tajam. Tiada dendam di sana. seperti keluarga jack yang memang keluarga terpelajar dan agamis.
Chintya berlutut di depan Jack yang dilihat oleh Lucy yang terkejut bukan main ketika melihat papanya tidak muring-muring. Tidak sepertinya. Betapa sakit hatinya saat dia ditinggalkan. Masih terasa. Ia hanya menahan kata supaya ayahnya tidak merasa malu.
"Maafkan aku Jack," Chintya berucap lirih.
"Bangun lah. Engkau ibunya jangan seperti itu."
Kakak perempuan Jack menghampiri Chintya seraya memapahnya berdiri. Sangat ibesar jiwa mereka. Adik mereka dikhianati dan keponakan mereka ditelantarkan. Namun mereka sadar semua sudah takdir yang harus mereka jalani.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan