Sandi Yulianto Samah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang Perantau 55

Sang Perantau 55

Perjalanan cinta Lucy dan Husni berjalan sangat singkat. Lucy hanya ingin memberikan keturunan untuk keluarga hamilton, keluarga ayahnya dan keluarga muster, keluarga ibunya serta suaminya. Ya, setelah melahirkan anak kembar tiga ia menghembuskan nafas terakhir setelah memberikan susu pertama kepada ketiga anaknya. Ya semuanya lelaki.

"Tidaaaaaak! 

Chintya menghambur dalam ruang operasi. Ia tak menyangka pertemuannya sesingkat ini dengan anaknya. anak yang tidak pernah ia rawat. Saat ia mulai semua berakhir seperti ini. 

Ia memeluk anaknya. Pelukan tulus dan penyesalan yang sangat dalam.

"Bangun my sweet heart! Bangun. Jangan tinggalkan mama!"

elisabeth hanya terpaku bersama roger. Michael hanya sesenggukan. 

Jack tampak tabah. 

"Allah lebih sayang dengan dirimu nak. Pergilah dengan damai."

Ia mencium anaknya terakhir kali. Ia melihat cucunya. berambut pirang dengan mata berwarna coklat. wajah mereka perpaduan dua kultur yang berbeda. Kalian akan membesarkan negara kalian nantinya. kalian akan jadi orang besar.

"kau harus ikhlas Nak. Aku...aku sangat bahagia. Engkau mampu membuka hatinya untuk menerima mama dan keluarganya. Bagaimana dengan anak-anakmu?"

"Amanah lucy jelas. Jacky, anak tertuanya untuk bapak. Jack junior. Jansen, ikut mama. sedangkan Jackson ikut saya. Tapi saya titipkan kepada papa. karena papa sudah pernah membesarkan anak tanpa seorang ibu."

Jack sumringah. 

"Kamu serius?"

"Ya... ya..."

"jacky biar diadopsi oleh keluarga papa. Jackson ikut papa ke indonesia."

Semua sepakat. Chintya membawa Jansen ke Denmark untuk meneruskan perusahaan yang telah dipindahkan ke sana. Ia ingin menyelamatkan diri dari adik-adiknya.

********

Setelah kematian Lucy, Husni mempercepat kuliahnya dan berharap pulang cepat ke Indonesia. Ia menyelesaikan S2 dan S3nya hanya dalam waktu 3 tahun. Lebih cepat setahun. Lebih cepat dari Maya yang belum menyelesaikan S2 dan S3nya.

Jackson Hamilton, cucunya telah pandai berjalan dan sangat menyukai sepakbola. Begitupun jacky dan jansen. Tampak 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post