Sang Perantau 58
Husni memeluk jacky dan tersenyum kepada mertuanya yang sangat salut dengannya yang belum menikah sampai sekarang ini. Kesetiaan yang sangat besar. Dengan kekayaannya seperti sekarang ini banyak wanita yang tergila dengannya. Namun dia tak bergeming. Di Kerinci semua datung dan mamak mengajukan diri menjadi menantu. Ya, setelah melihat keberhasilan Husni. Dulu dia dipandang sebelah mata.
"Kamu disini berapa lama Nak?"
"Mungkin seminggu Ma. Kuliah di cambridge masuk minggu depan."
"Rencana ke depan?"
"maksud mama?"
"ndak. Mama ingin kamu lebih fokus pada anak-anak."
"Ya ma. makanya saya sempatkan diri untuk mengunjungi mereka. Sengaja saya mengambil cambridge untuk mereka semua.'
"Kau ubah warga negaramu bagaimana?"
"Cintaku pada indonesia tidak akan pernah pudar, Ma. Walaupun kekurangan mereka banyak."
Chintya hanya tersenyum.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan