Sang Perantau 60
Kesibukannya yang luar biasa membuat Husni mampu melupakan semua kesedihan di hatinya. Ya tiga belas tahun ia mencoba melupakan semua kesedihannya. Saat sendiri bayangan istrinya akan datang lagi. Kesetiaannya memang sangat luar biasa. Ini yang membuat maya makin merasakan ada yang menusuk hatinya. Ia akui ia masih mencintai Husni. Berharap ia pintu itu terbuka. Tapi 15 tahun menunggu tak ada tampak peluang itu. Sampai sekarang ia masih sendiri.
Setamatnya dari universitas Cambridge, Maya mendapatkan kerja di perusahaan mobil Ford sebagai akuntan di sana. Ia sengaja menerima supaya bisa bertemu dengan Husni. Namun pengorbanannya seperti tak berarti.
"Aaah....susah sekali aku mendapatkan hatimu, Ni. Jalan apalagi yang harus ditempuh?"
Dia menatap komputer di depannya.
"Ada apa may? Kok seperti bingung?"
Maya menoleh ke sumber suara dan tersenyum.
"Dak ada apa-apa, Lus. Dak jadi pulang ke solo?"
"Dak. Baru ambil cuti bulan lalu. Kamu dak pulang kerinci?"
"Dak...dak."
Luci yang telah bersahabat sejak pertama di Cambridge dengan Maya tersenyum. Hatinya telah terpaut disini.
"Masih berharap ya?"
"Ya semua sudah terjadi. Saat dia dipermalukan dulu karena tak mau kuliah aku hanya diam. Tak membelanya. Bukan aku tak mau. Tapi aku tak berdaya. Saat melihat dia hancur seperti ini kenapa aku merasa hancur juga, Lus? Kenapa?"
Lusi memeluk Maya.
"Sabar May. Sabar."
"Ya. Hanya itu. Dan aku akan buktikan bahwa cintaku tulus padanya. Bukan karena ia sudah punya segalanya."
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan