Derita Sang Pelaut (Hari Ke-373)
Derita Sang Pelaut #Hari ke-373
Oleh : Santhy Haryani.
.
Sebuah tatapan tajam menatap ke laut lepas
Memperhatikan gelombang berkejaran dan menghempas
Buih memutih berjenjang bagaikan kapas
Ditiup ke pantai oleh angin deras
Tanda cuaca masih ganas
.
Di rumah tatapan tajammu ke sudut dapur
Tempat pendaringan menyungkur
Isinya tak lagi memancur
Tanda perut akan berlibur
Membuat perasan jadi lebur
.
Empat mulut yang kau tanggung
Jadi bebanmu sebagai pelindung
Nanti pasti akan meraung
Membuat pikiran menjadi limbung
Inginmu masalah jadi rampung
.
Tak ada jalan lain selain mengutang
Pada toke sebagai penyandang
Kau jual hari-hari mendatang
Agar hari ini kebutuhanmu tertopang
Biar umurmu menjadi panjang
.
Nasib nelayan bertambah kalut
Cuaca berubah tak dapat melaut
Harapan hasil banyak makin melarut
Hidup bagaikan bergelayut
Sambil menyanyikan lagu "nenek moyangku seorang pelaut"
.
Puisi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan