Ironi Penduduk Pulau Kecil (Hari Ke-398)
Ironi Penduduk Pulau Kecil Hari ke-398
Oleh : Santhy Haryani.
.
Satu-persatu tetanggamu pindah
Saat kau antar ke dermaga
Peluk cium dan saling doa
Diiringi isak tangis, derai air mata
.
Satu-persatu tetanggamu hilang
Ketika kau mengantar ke pelabuhan
Harapan mereka kau juga pindah
Berangkat ke pulau yang aman
.
Satu-persatu mereka pergi
Dan tak akan kembali
Meninggalkan kau sendiri
Menikmati kesunyian di sini
.
Tahun-tahun terakhir
Badai semakin sering hadir
Pasang tinggi membuat banjir
Pindah adalah keputusan terakhir
.
Dari cerita yang mengalir
Kau dengar es kutub mencair
Polusi terlalu banyak di atmosfir
Menenggelamkan pulau dan pesisir
.
Kau tak mempunyai keluarga
Suami dan anakmu hilang di samudra
Dirimu tak ada yang menjaga
Hidupmu sebatang kara
.
Dan kau tertinggal di sini
Di sebuah pulau sepi
Penghuninya telah pergi
Terjebak dalam sebuah ironi
.
Puisi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan