Santhy Haryani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Alam Menangis (Hari Ke-432)

Alam Menangis #Hari ke-432

Oleh : Santhy Haryani

.

Di tempat langit diterangi matahari

Jauh di angkasa yang tinggi

Terdengar peringatan dini

Alam menangis bersusah hati

.

Sakit yang dideritanya terasa pedih

Sambil menutup mata dia merintih

Saat dirinya merasa sangat letih

Selama ini membagi tanpa pamrih

.

Saat alam berputus asa

Getaran suaranya membahana

Di puncak gunung dan tengah samudra

Menakutkan seluruh manusia

.

Dia menunjukkan kekuatannya

Sebuah kekuatan yang luar biasa

Dan saat terakhir kita jumpa

Lalu kita menangis bersama-sama

.

Alam selalu menahan marahnya

Namun kita tak pernah berkaca

Kita hanya mengambil dan menerima

Tanpa pernah berpikir merawatnya

.

Alam menyembunyikan kekuatannya

Dalam sesak dia mencoba menunda

Tanpa kejadian yang memaksa

Alam tetap bertenggang rasa

.

Dia selalu memberi dengan rela

Apa saja yang kita ambil darinya

Tanpa pernah berfikir merawatnya

Hingga datang segala bencana

.

Sumur-sumur mengering

AIr sungai tak lagi bening

Badai dan banjir di sekeliling

Silih datang duduk bersanding

.

Kita masih punya waktu

Untuk bersahabat seperti dulu

Agar nanti aman anak-cucu

Menjaga alam bahu-membahu

.

Puisi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post