Laut Tak Berujung (Hari Ke-460)
Laut Tak Berujung #Hari ke-460
.
Oleh : Santhy Haryani
.
Di sudut waktu
Kau berhenti mengikat perahu
Hujan malam ini membuat pantai membisu
Dingin, tak ada pembeli yang menunggu
.
Kau bawa hasil pancinganmu pulang
Di tempat parkir sebuah mobil mewah menghalang
Menawar ikan yang kau bawa dengan harga yang kurang
Membuatmu sedih tak kepalang
.
Hanya mengambil gratis di tengah lautan
Tak pakai modal dan tak menggunakan anggaran
Harga terlalu mahal untuk sekeranjang ikan
Celoteh sang pembeli berkepanjangan
.
Kau hanya terdiam membisu
Semalaman badai mempermainkan nyawamu
Angin deras hampir membalikkan perahu
Hujan lebat membuatmu membeku
.
Sungguh nasibmu sangat tragis
Di benakmu terbayang tiga anak yang manis
Menunggumu dalam lapar dan menangis
Terpaksa hasil tangkapanmu dijual dengan harga miris
.
Menjadi nelayan kecil bukanlah kemauan
Bukan pula sebuah pilihan yang menawan
Memang menjadi nelayan tak perlu surat lamaran
Nasib buruk tergantung cuaca dan tangkapan
.
Setiap hari kau harus bekerja
Agar dapurmu tetap menyala
Tak boleh sakit tak boleh alpa
Mengarungi laut tak berpunca
.
Puisi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan