Selagi Pintu Masih Terbuka (Hari Ke-485)
Selagi Pintu Masih Terbuka#Hari ke-485
.
Hasrat seperti mimpi tak kasat mata
Ketika pintu mulai terbuka
Lembaran kehidupan mulai ternganga
Berjalan dalam ingatan bergala
.
Semua telah lama terlupakan
Sekarang menuntut diselesaikan
Warna-warna yang suram
Kehidupan masa silam
.
Bingung harus mulai dari mana
Hutang masalah mulai mendera
Setiap kejadian yang telah terjadi
Membekas di dalam hati
.
Hanya kepadaNya meminta perlindungan
Atas semua kesalahan yang pernah dilakukan
Semoga diberi waktu untuk memperbaiki
Meminta maaf pada yang disakiti
.
Selagi pintu masih terbuka
Dan kita masih dapat berdoa
Memohon ampunan untuk kesalahan
Semoga kita diampunkan
.
Puisi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan