Telaga Yang Indah (Hari Ke-512)
Telaga Yang Indah #Hari ke-512
.
Oleh : Santhy Haryani
.
Di pinggir hutan yang sunyi. Sebuah telaga bekas galian tambang tersembunyi. Bekas lahan penambangan timah, terisi air dan menjadi danau yang indah. Di situlah kau membuat rumah. Bersembunyi di kehidupan yang damai dan sepi. Kau membuka hutan lebat yang subur. Dan merubahnya menjadi kebun lada yang gembur. Sejak engkau tinggal di situ. Tak ada yang berani mendekati telaga, mereka takut padamu.
Siang hari saat kau melepas lelah. Di atas air kau pandang bayangan seraut wajah. Tampak sinar mata tua, pantulan cahaya di telaga. Berkalungkan riak gelombang, tampak seraut wajah garang. Wajah yang selalu kau benci. Yang membuatmu terkurung disini. Walau wajah itu menua, tampak layu dan tak lagi perkasa. Usiamu yang berkepala lima, namun dirimu tak mau menerima. Dulunya kau preman terhebat di kota. Setiap hari menjelang petang, bayang-bayang masa lalumu datang. Memaksa dirimu untuk bertobat karena banyak kejahatan telah kau buat.
Malam hari saat bulan purnama, kau kembali bercermin di telaga. Menatap wajah yang kau benci, setengah mati. Satu-persatu cerita lalu teringat, membuat pikiranmu menjadi larat. Saat ingat dosa yang sarat, membuat hidupmu menjadi berat. Kau diam namun hatimu meratap, tak sadar di dalam air seekor buaya menatap. Lalu dirimu hilang dalam sekejap. Bertahun-tahun tak terdengar ceritamu, dan kebun itu kembali menjadi rimba yang subur.
. Pentigraf
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan