Santhy Haryani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Di Tepi Kehidupan (Hari Ke-21)

Di Tepi Kehidupan

.

Saat di tepi kehidupan

Dalam langkah ragu

Langkah mundur

Atau langkah maju

Sebuah kesalahan akan membuat hancur

Menjadi serpihan tertiup waktu

Seperti onggokan debu

.

Seperti berteriak kedalam jurang

Suara menggema berulang-ulang

Kian lama kian menjauh

Seolah berjalan dan hilang tak berjejak

Isak tangis penyesalan yang terjadi

Membakar dada saat diujung hidup

Seperti bara api yang membakar tubuh

.

Cerita lalu lewat di depan mata

Kenangan kebodohan masa lalu

Air mata kelabu membanjiri ingatan

Terkadang bahagia

Penuh dengan kebanggaan

Terkadang sengsara

Kisah yang kita lewati penuh kejahatan

.

Satu persatu terulang kembali

Seperti tertiup angin

Semuanya bagai sedang mengadili

Tenggelam dalam air mata kegundahan

Kesedihan yang tak tertara

Penyesalan yang tak bertanding

Saat napas tinggal satu dua

.

Saat berada di ujung kehidupan

Akal terikat di ujung napas sekarang

Tak ada langkah mundur

Juga tak ada langkah maju

Berjuang untuk memulihkan

Saat keadaan tak dapat dikendalikan

Hanya pasrah mengikuti keadaan

.

Seperti berada di tepi jurang dalam

Jika terjatuh meremukkan seluruh hidup

Merobeknya seperti kertas

Mumpung masih punya waktu

Sebelum waktu memakanmu

Perbaiki hidup walau lelah

Semoga mendapat pengampunanNya

.

Puisi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post