Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Buruh Tani-15

Buruh Tani-15

26 April 2023

@Cerpen

#Tagur hari ke-25 tahun ke-2

Seir Haidah Hasibuan

Buruh Tani-15

Berencana ke Desa

Ujian telah usai, siswa kelas 6 tinggal menunggu pengumuman.

Sita dengan merasa senang bisa membantu kedua orang tuanya bekerja di sawah, tidak lagi terbebani dengan belajar. Di tengah-tengah kesibukannya bekerja, tetiba terlintas di benaknya rasa kuatirnya akan kelanjutan sekolahnya.

"Melihat penghasilan kedua orang tuaku, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan sekolahku,"gumamnya lirih

Senja telah tiba, awan terlihat hitam menggumpal tanda hujan akan mengguyur persada.

"Pak, Bu, lihat awan sudah gelap hujan akan turun, ayo kita pulang," tutur Sita cemas.

Mereka pun merapikan peralatannya lalu gegas melangkah pulang. Petir dan kilat sudah terdengar. Rasa takut menyelimuti hati mereka. Belum sampai ke tumah jarum langit sudah berjatuhan dengan derasnya. Tubuh mereka diguyur air hujan yang sangat deras. Ibu Sita mulai menggigil tidak tahan kena air hujan. Sita meraih tangan Ibunya.

"Bertahanlah Bu, rumah kita sudah dekat," sebutnya sembari tangannya memegang ibunya.

Sesampai di rumah Sita gegas menyalakan tungku untuk menjerang air untuk membersihkan tubuh ibunya yang gigil.

"Bapak juga ya menggunakan air hangat mandinya," pinta Sita.

Dia tidak ingin orang tuanya sakit.

"Tidak usah Nak, bapak langsung saja ke kamar mandi," balas Bapak Sita.

Tudak lama Bapak Sita sudah keluar dari kamar mandi. Bau sabun mandi menyeruak memenuhi ruangan.

"Sudah Nak, kini ibumu yang membersihkan tubuhnya," kata Bapak Sita.

Sita melangkah meraih ember yang kosong. Dengan hati-hati Sita mengisi air panas ke dalam ember lalu membawanya ke dalam kamar mandi.

"Bu, ayo ke kamar mandi, sita sudah menyiapkan air hangat," sebut Sita.

Ibu Sita

****

Di sisi lain

Paman dan Bibi Sita yang berada jauh dari rumah mereka dudah lama tidak berkunjung ke rumah Sita.

" Pak, bagaimana ya kabar Kakak ipar di desa, aku sudah rindu kepada mereka," ucap Bibi Sita mengingatkan pamannya.

"Benar, Bu, Bapak juga sudah rindu ingin berjumpa, semoga mereka baik-baik saja."

Paman dan Bibi Sita mempunyai tiga orang anak. Anak sulung sudah selesai kuliah dan sudah bekerja. Kedua masih kuliah sedangkan si bungsu anak perempuan masih seumuran dengan Sita. Paman Sita bejerja di Perusahaan swasta sedang Bibinnya juga bekerja di kantor yang berbeda dengan suaminya.

Mereka berencana inhin berkunjung ke rumah Sita.

Bibi Mirna menghampiri anak bungsunya.

"Nak Jingga, Bapak dan Ibu mau ke rumah Ibu Sita di Desa, ikut ya Nak! Kamukan sudah selesai ujian," ajak Ibu Mirna.

Bersambung....

Jakarta, 260423

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post