Buruh Tani-16
27 April 2023
@Cerpen
#Tagur hari ke-26 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Buruh Tani-16
Rindu membuncah
Saat Bu Mirna mengajak putrinya menemui saudaranya di Desa, dia diam sesaat. Tidak tahu apa yang ada di benaknya. Seharusnya dia senang akan bertemua saudaranya yang sudah lama tidak bertemu.
"Bamaimana Nak, apa ada tugas lainnya?" tanya ibunya sembari membelai rambut putrinya yang terurai.
"Ya, deh Bu," jawab Jingga.
Bu Mirna mengemasi pakain ke dalam koper berukuran sedang mereka akan menginap barang satu malam
Senja itu awan mengelap, rintik hujan terdengar di atas genting. Semakin lama hujan turun sangat derasnya disertai suara guntur dan kilat. Bu Mirna melantunkan doa, memohon agar besok tidak turun hujan.
****
"Ayah, ibu, aku sangat rindu ibu, hu, hu, hu," tangisnya mengudara.
"Wah, ada suara orang menangis, siapa ya? Tanya teman kakak Sita di tempat yang jauh.
"Ridwan, bangun," Tino mengguncang tubuh Ridwan yang sedang bermimpi.
Tetiba Ridwan terbangun dari mimpinya. Dikuceknya netranya lalu mengedarkan pandangannya ke sekitarnya.
"Ada apa dengan saya, kenapa kamu membangunkanku," tuturnya heran.
"Ridwan, kudengar kamu menangis tersedu-sedu," balas temannya yang bernama Tino.
Ridwan bergeming, akhir-akhir ini dia selalu teringat akan orang tuanya yang sudah lama ditinggalkannya. Namun, dia tidak bisa berbuat sesuatu. Dengan keterbatasan uang yang dimilikinya.
Bersambung....
Jakarta, 270423
Salam.literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
