Penantian di Ujung Rindu-68
6 April 2023
@Cerpen
#Tagur hari ke-5 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Penantian di Ujung Rindu-68
Rumahku Istanaku
Bayu pagi yang menusuk kulit Osal membuat dia tidak tahan berada di luar. Tangisan histerisnya sudah tidak terdengar lagi. Dengan langkah cepat Pak Reyhan menuju rumah Bibi. Takut kalau anaknya menangis lagi.
"Ok, anak ganteng kuta masuk ke rumah bibi. Kamu kedinginan ya Nak," ucap Pak Reyhan sembari menelus rambut tipis Osal.
Air hangat sudah disiapkan Bu Lia untuk Osal dan Lory. Bu Lia menghampiri anaknya.
"Ayo, Nak bersihkan tubuhmu, kita akan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah kita.
Osal melengkungkan bibirnya tanda dia senang. Pakainnya pun di lepas, lalu masuk ke dalam ember yang sudah berisi air hangat.
"Uh, hangat airnya," katanya sembari tangannya memukul-mukul air.
Gegas Bu Lia mengusap tubuh Osal dengan sabun mandi.
"Nak, tidak boleh berlama-lama ya, biar gantian dengan Kaka Lory," Bu Lia mengingatkan.
Olas mengangguk tanda setuju. Usai disiram dengan air yang bersih, Bu Lia melap tubuh Osal dengan haduk lalu melangkah meninggalkan kamar mandi.
Usai dibalur dengan minyak baby, Bu Lia memakaikan pakaian anaknya.
"Nak, sama Papa dulu ya, Kakak Lory mau mandi," ucapnya sembari menghampiri Papanya.
Usai kedua anaknya sudah rapi, Bu Lia dan Pak Rdyhan pun bergsntian berbersihkan tubuh mereka.
Berlanjut....
Jakarta, 60323
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan