Buruh Tani-28
9 Mei 2023
@Cerpen
#Tagur hari ke-38 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Buruh Tani-28
Ingin Mengabdi
Sita tidak tega meninggalkan Bapak dan Ibunya di desa. Dia ingin tetap ingin mengabdi kepada kedua orangtuanya.
“Ayo, Nak Sita, ikutlah dengan Pakde dan Budemu supaya kamu bisa sekolah, pergilah, kami tidak apa-apa,” ucap Ibu ita.
Pak Narto dan Bu Mirna tidak bisa memaksa. Bu Mirna menghampiri Keponakannya.
“Baiklah Nak sita, kami tidak bisa memaksa, itu hakmu,” kata Bu Mira lirih.
Ibu Sita beranjak dari kursinya, melangkah menuju dapur, dia menyiapkan makanan untuk makan malam.
“Mari Mas, Mbak, kita makan dulu, tentu sudah lapar, perjalanan yang panjang,” Bu Sita mengajak tamunya makan.
Sambil menyantap makanannya mereka keadaan hening sesaat, masing-masing bergerilya di pikiran masing.
***
Di sisi lain, Cikra sahabat baik Sita, dia menghampiri Ibunya,
“Bu, kasihan ya, Sita tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena tidak mempunyai biaya,” tuturnya lirih.
Sejenak, Ibunya berpikir!
“Oh, ya Nak, orang tua Sita yang bekerja di sawah kit aitu Nak,” tukas Ibu Cikra.
Cikra berharap orangtuanya mau berbaik hati untuk membiayai sekolah Sita.
Sita anak yang baik dan pintar, Cikra merasa sedih saat mengetahui temannya tidak bisa melanjutkan sekolah.
“Bu, Cikra bisa ya membantu Sita, supaya dia bisa melanjutkan sekolahnya ,” ucap Cikra sembari menatap wajah ibunya.
Bersambung….
Jakarta, 90523
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
