Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Buruh Tani-31
Sumber gamabr dari google

Buruh Tani-31

12 Mei 2023

@Cerpen

#Tagur hari ke-41 tahun ke-2

Seir Haidah Hasibuan

Buruh Tani-31

Ingin Seperti Teman-Teman

Ibu Citra beranjak dari tempat dudukunya melangkah menuju kamar Citra.

Tok, tok, tok.”

“Nak tolong buka pintunya, ibu mau bicara,” titah Ibu Citra.

“Baik Bu, sebentar Citra buka,” Citra beranjak dari pembaringannya, gegas dia membuka pintu kamarnya.

“Sesuai dengan permintaanmu sayang, bapak sudah menyetujui,” tukas ibu Citra melengkungkan bibirnya sembari mengelus ujung kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.

“Terima kasih ya Bu!” ia memeluk Ibunya dengan rasa haru.

Ibu Citra berencana menemui keluarga Pak Narto. Citra yang sangat senang ingin juga turut ke rumah Sita. Rasa rindu terhadap Sita sudah tak dapat dibendung.

Sinar jingga mewarnai maya pada di senja itu, segerombolan burung jalak terbang di langit biru tanpa menghiraukan awan yang akan menghalangi. Citra terpesona menyaksikan gerombolan burung jalak yang membentuk lingkaran. Ingin rasanya Citra dan Sita bersama-sama setiap saat. Citra beranjak dari tempatnya setelah gerombolan itu menghilang dari pandangannya. Ia pun meraih handuknya dan melangkah masuk ke kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya. Bau wangi sabun mandi menyeruak sampai ke ruang tamu.

“Eeeh, anak ibu sudah wangi dan segar. Bersiap-siap yan nak kita akan makan bersama,” ucap ibu senang.

Setelah merapikan rambutnya Citra menghampiri ibu dan bapak yang sudah duduk di ruang makan. Makanan dan minuman sudah tersaji di meja makan. Usai berdoa mereka pun menikmati makan malamnya dengan lahap. Beberapa menit kemudian makan pun selesai. Citra teringat akan perkataan ibunya di mana bapak sudah bersedia memberikan bantuan kepada temannya Sita.

“Pak, terima kasih ya… sudah bersedia memberi bantuan kepada Keluarga Sita. Kasihan Sita kalau tidak melanjutkan sekolahnya. Sita anak yang baik dan pintar Pak,” Ungkap Citra sembari mendongak kepada Pak Narto.

Senja sudah menyurut ke peraduannya, kini telah berganti malam, Cikra dudk di tepi ranjangnya.

***

“Citra aku sangat merindukanmu, kapan kita bermain bersama-sama seperti dulu lagi!” Kini aku harus membantu bapak dan ibu bekerja menambah penghasilan kedua orang tuaku,” Sita bermonolog di benaknya.

Sita memandangi bintang-bintang yang menghiasi langit malam. Rasa sedih berlabuh di hatinya, dia ingin seperti teman-temannya yang akan melanjut ke sekolah tingkat pertama. Sebenarnya Sita ingin tinggal bersama Pakdenya agar dia bisa sekolah namun, berat rasanya meninggalkan kedua orang tuanya.

Bersambung….

Jakarta, 120523

Salam lierasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post