Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Buruh Tani-34
Sumber gambar dari google

Buruh Tani-34

#Tagur hari ke-44 tahun ke-2

Seir Haidah Hasibuan

Buruh Tani-34

Beasiswa

“Ya, sih, Rik, saya belum dengar dia mendaftar, kasihan juga dia,” ungkap Vina sedih.

“Loh, kok kamu belain dia sih, bukannya kamu tidak suka dengannya,” tutur Rika sambil mengerutkan keningnya heran.

Saat mereka masih duduk di bangku sekolah, Vina terpengaruh oleh Rika, mereka selalu menjauhi Sita. Namun, Sita tidak pernah membalas perilaku Rika dan Vina. Saat kelulusan, mereka tidak pernah lagi bertemu, kerinduan akan teman-temannya berlabuh di benak mereka termasuk Vina. Sikapnya yang selalu membuat Sita sedih, menyadarkan Vina, dia telah salah dan menyadarinya.

“Itu dulu Rika, saat di sekolah namun, setelah lulus aku merindukan teman-teman. Aku menyesali sikapku yang sudah menyakiti hati Sita,” tuturnya sembari melihat-lihat gambar di buku Bobo yang dipegangnya.

Mendengar penuturan Vina, membuat Rika murung dia tidak terima ucapan Vina.

“Sampai kapan pun aku tidak suka kepada Sita, dia pantas tidak sekolah,” ucap Rika.

“Sudahlah Rik jangan menyimpan dendam. Sita juga tidak pernah membalas sikap kita yang selalu mengejeknya,” tukas Vina.

***

Kehadiran keluarga Citra bertamu ke rumah Sita, mengejutkan Ayah dan Ibu Sita. Teiba Ibu Citra memecah suasana hening.

“Begini Bu Sita, kehadiran kami ke sini untuk memberi beasiswa kepada Sita. Dia tidak boleh putus sekolah. Semoga bapak dan ibu berseddia menerima tawaran kami,” jelas Ibu Citra semangat.

Tersentak Bapak dan Ibu Sita mendengar penuturan Ibu Citra. Tetiba buliran bening tak terasa mengalir membasahi pipi mereka. Ibu Sita menghampiri Ibu Citra berlutut menyentuh kakinya mengungkapkan kebesaran hatinya.

“Maaf Bu, kami tidak akan bisa membalas kebaikan juragan. Dan kami tidak bisa membayarnya,” ungkap Ibu Sita dengan menundukkan wajahnya.

“Eh, Bu, jangan begitu, ayo berdidri, kami dengan tulus membiayai sekolah Sita,” ucap Bu Citra sembari membantu ibu Sita bangkit.

“Aku ingin sekolah bersama Sita, aku sedih kalau Sita tidak melanjutkan sekolahnya. Sita anak yang baik dan pintar,” sebut Citra sembari memeluk Sita.

Jakarta, 150523

Salam lietrasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post