Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Buruh Tani-37
Sumber gambar dari google

Buruh Tani-37

#Tagur hari ke-47 tahun ke-2

Seir Haidah Hasibuan

Buruh Tani-37

Berkunang-kunang

“Sit, kamu disakiti sama Rika ya? tanya Citra.

Sita hanya menggeleng, dia tidak ingin melibatkan Citra.

“Wah, ternyata Citra masih bersahabat dengan Sita. Apa sih yang dilihat Citradari Sita sampai segitunya dia berteman dengannya,” monolog Rika sambil berdiri mematung.

Mobil Citra melaju meniggalkan Rika dan semakin jauh hingga tak terlihat lagi.

“Hai, Rika ada apa denganmu, mengapa kamu diam saja,” seruan Vina mengagetkan Rika yang mematung.

“Eh kamu Vina, hm tidak apa-apa kok, dari mana Vin tadi aku mencarimu,” balas Rika mengalihkan pertanyaan Vina.

Mereka pun pulang bersama-sama. Vina menanyakan hasil ulangan tadi. Rika hanya diam membisu dia malu kepada Vina atas nilai ulangan yang diperolehnya.

Panas terik memabakar kulit mereka namun, karena asyiknya bercerita mereka pun tidak merasaknya dan tidak terasa sudah sampai di pertigaan. Mereka akhirnya berpisah.

“Dah, Rika, sampai jumpa besok, aku tunggu kamu besok pagi ya Rika,” kata Vina meniggalkan Rika.

Sesampai di rumah Vina mengganti seragamnya. Dihempaskan raganya di ranjangnya sembari mentap langit-langit kamarnya.

“Huh, ademnya, terik Mentari yang membakar kulitnya membuat Vina buliran bening membasahi seragamnya.

Sesaat saja ia merebahkan tubuhnya, ia pun beranjak keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Diraihnya piring lalu menyendok nasi dan lauk ke piringnya. Usai mengucap syukur kepada Tuhan Vina menyantap makanan dengan lahapnya. Dia tidak pernah jajan di kantin sekolah, uang jajannya selalu ditabungnya. Selesai makan Vina membersihkan piring kotornya.

****

“Kenapa ya aku malas sekali belajar, bosan rasanya. Tetapi saat ulangan nilaiku selalu rendah,” bisiknya di hati.

Usai makan siang Rika meninggalkan piring kotornya di wastafel. Dia selalu menumpuk piring kotornya dan mengandalkan Kakaknya. Ibunya sudah menasihati namun, Rika tidak pernah melakukannya. Kaka Rika yang Bernama Wina juga menasihatinya. Kak Wina tidak suka melihat pemandangan piring kotor yang menumpuk. Tanpa menunggu lama Kak Wina gegas membersihkannya. Melihat Kak Wina yang rajin, membuat Rika senang dia tidak mengeluarkan tenaganya mencuci piring.

Saat Rika mau rebahan di ranjangnya tetiba ia merintih kesakitan.

“Aduh, kepalaku sakit sekali,” serunya sembari kedua tangannya memegang kepalannya. pandangannya mulai berkunang-kunang dan ia pun terjatuh.

Jakarta, 18 Mei 2023

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post