Buruh Tani-40
#Tagur hari ke-51 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Buruh Tani-40
Lama Tidak Kembali
Tersentak Ibu Sita mendengar pertanyaan anaknya. Netranya berembun dia juga sangat merindukan anaknya yang sudah lama pergi merantau. Kesedihan menyelimuti hatinya. Mereka sudah lama tidak pernah bertemu Bapak dan Ibu Sita sudah menyerahkan anaknya kepada perlindungan Tuhan. Tidak tahu kemana mau dicari.
“Nak, Sita, kita bawakan saja dalam doa agar Kakakmu baik-baik saja,” tutur Ibu Sita sembari menitikkan air mata.
Ibu Sita berlalu dari hadapan Sita dan melangkah ke kamarnya. Ditumpahkannya rasa sedih yang bersarang dalam benaknya. Tetiba Bapak Sita mencari ibunya.
“Nak, di mana ibumu Bapak belum melihatnya,” tanya Bapak
Babak melangkah ke kamarnya untuk melihat keberadaan Ibu Sita. Bapak tersentak saat melihat Ibu Sita duduk sembari menangins.
“Ada apa Bu, mengapa menangis? Tanya Bapak heran.
“Ya, Pak aku teringat anak kita Ridwan, semenjak dia pergi dia tak pernah datang bahkan memberi kabar pun tidak?” jawab Ibu Sita dengan merurai air mata,
“Sudahlah Bu, kita berdioa ya semoga anak kita baik-baik saja di sana.”
Sesaat keadaan hening, pikiran mereka bergerilya entah kemana. Juragan
Jakarta, 220523
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
