Buruh Tani-41
#Tagur hari ke-52 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Buruh Tani-41
Rasa Kuatir
“Sudahlah Bu, kita berdoa ya semoga anak kita baik-baik saja di sana.”
Sesaat keadaan hening, pikiran mereka bergerilya entah kemana. Suara Bapak Sita terdengar bergetar menahan tangis, dari lubuk hatinya sangat merindukan anak sulungnya.
“Bu, bapak ke belakang dulu ya, jangan bersedih lagi kita harus kuat dan sabar,” ucap Bapk Sita menghibur istrinya.
Pak Tino melangkah meninggalkan Ibu Sita yang masih bersedih, karena anak sulungnya yang sangat dirindukan. Diraihnya singkong lalu dicacah untuk makanan ayam peliharaan mereka. Ayam yang sudah cukup besar di bawa ke pasar untuk dijual menambah kebutuhan keluarga Pak Toni. Sesekali ayam dipotong kemudian diberikan kepada keluarga Juragan tempat mereka bekerja.
Warna jingga menghias alam di senja itu, menambah semangat dan rasa syukur kelarga Pak Toni, 3 tahun sudah Juragan memberi beasiswa kepada Sita. Sita lulus dengan nilai yang terbaik. Mendengar kepintaran dan kesungguhan Sita dalam belajar Juragan sangat Bahagia. Tidak sia-sia mereka memberi beasiswa kepada Sita.
****
“Gimana dik apa rasa pusingnya sudah hilang?” tanya Kak Wina kepada Rika.
“Belum, Kak masih pusing. Aku juga heran akhir-akhir ini Rika sering pusing, walau sudah makan,” balasnya sembari menahan sakit.
Kak Wina yang merasa kuatir akan kesehatan adiknya, akhirnya menghampiri ibunya yang sedang duduk di beranda muka.
“Bu, kita harus segera membawa adik Rika periksa ke dokter,” imbuhnya.
“Ada apa dengan adikmu, mengapa ibu tidak dikasi tahu?” tanya ibunya sedih.
“Ya, Bu, akhir-akhir ini adik Rika sering merasa pusing. Kemarin dia pingsan karena, sakit di kepalanya,” jelasnya.
Netra Ibu Wina merembun air matanya mengalir membasahi pipinya.
“Kita harus segera memeriksakan kesehatan adikmu.” Rasa kuatir bergekayut dibenaknya.
Mereka berencana membawa Rika secepatnya ke dokter agar diperiksa.
Bersambung….
Jakarta, 23 Mei 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
