Mengerang Kesakitan
#Tagur hari ke-58 tahun ke-2
Seir Haidah Hasibuan
Mengerang Kesakitan
Bapak melajukan mobilnya meninggalkan rumah mereka. Dengan perlahan mobil pun melaju menuju Rumah Sakit. Sesekali Rika mengerang kesakitan. Mendengar erangan Rika, kesedihan menyelimuti hati Ibunya. Netranya sembam namun, segera dihapusnya dengan tisu agar, tak terlihat oleh Rika. Melihat Rika mengerang, Kak Wina mengelus punggung adiknya dengan lembut.
“Sabar ya, Dik, sebentar lagi kita sampai!”
Perjalanan menuju ke rumah sakit memakan waktu dua jam. Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah sakit. Bapak gegas memarkir mobilnya. Kak Wina membuka pintu mobil lalu meraih tangan Rika, dan menuntunnya melangkah meuju ruang daftar.
“Selamat siang Bu, ada yang mau dibantu? Tanya perawat yang bertugas.
“Ya, sus, ini adik saya mau berobat,” balas Wina.
Usai mendaftar mereka menunggu di ruang tunggu fasien.
Beberap menit kemudian perawat memanggil nama Rika. Gegas Kak Wina menghampiri Susternya.
“Saya Sus,” ucapnya.
Suter membawa Rika ke ruang periksa dokter. Rika duduk berhadapan dengan dokter. “Silakan berbaring, saya akan memeriksa,” tukas dokter.
Kak Wina membantu Rika naik ke atas tempat tidur pasien.
Usai diperiksa dokter menyarankan agar Rika cek darah ke Laboratorium
Jakarta, 30 Mei 2023
Slam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
