Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bertemu dan Minta Maaf
Sumber Gambar dari Internet

Bertemu dan Minta Maaf

#Tagur 76

@Cerpen

Bertemu dan Minta maaf

Sebelum senja, Rika membersihkan tubuhnya, wangi sabun mandi menyeruak saat dia keluar dari kamar mandi. Tetiba Kak Wina keluar dari kamarnya.

“Ayo, Dik, sudah siapkah?”

“Sebentar Kak, lagi berpakaian.”

Kak Wina dengan sabar menunggu adiknya yang sedang berpakaian. Berebapa menit kemudian, Rika keluar dari kamarnya.

“Sudah Kak, ayo kita jalan,” tukasnya sambil melangkah ke halaman.

Sepanjang perjalanan Rika bermonolog apakah permintaan maafnya diterima. Kak Wina tidak melepaskan genggaman tangannya dari Rika, takut kalau Rika tetiba jatuh. Kondisi Rika belum begitu pulih. Permintaan Rika yang membuatnya menemani adiknya.

Rumah Sita tidak terlalu jauh dari rumah mereka, sekitar lima puluh meter. Melihat adiknya sudah berkeringat jagung, Kak Wina menjadi cemas.

“Dik, masih kuat tidak berjalan, kita istirahat dulu,” ucap Kak Wina. Kebtulan ada pohon mangga di dekat mereka berjalan.

Mereka pun duduk di bongkahan kayu yang sudah kering. Angin sepoi menyapa kulit raga mereka. Rasa segar terasa di raga Kak Wina dan Rika.

“Hmm… segarnya,” ungkap Rika sembari merapikan rambutnya yang tertiup angin.

Sesaat saja mereka istirahat, mereka pun melanjutkan langkahnya menuju rumah Sita.

“Kak, sepertinya rumah Sita sepi ya, kemana mereka? tanya Rika cemas.

Rika sudah tidak sabar bertemu dengan Sita, rasa bersalah selalu mengganjal di hatinya. Kak Wendi melangkah ke depan pintu lalu mengetuknya.

“Selamat sore Sita, permisi,” panggilnya sembari mengetuk pintu.

Sita yang berada di dapur mencuci gelas kotor yang tadi dippaka Citra dan Wendi.

Sayup terdengar ketukan pintu rumahnya. Sita yang sudah selesai membersihkan piring dan gelasnya, gegas melangkah ke depan. Ia membuka pintu rumahnya. Sontak Sita saat melihat orang yang datang.

“Hai, Sita, apa kabarmu? Boleh kami masuk.”

Sita segera menepis lamunannya.”

“Oh, ya, silakan masuk,” balas Sita sembari menyilakan mereka masuk. Kak Wina meraih tangan Rika melangkah masuk. Merka dudk di kursi yang terlihat sederhana.

“Maaf ya Kak, Rika, duduk di kursi yang sudah kusam!” tukas Sita sembari menempelkan bokongnya di kursi yang tidak jauh dari tamunya.

“Baik, terima kasih Sita,” ucap Kak Wina semabri melengkungkan bibirnya.

Sita heran akan kedatangan Rika dan Kakaknya. “Sebentar ya Kak, Sita tinggal dulu. Sita beranjak dari kursinya namun ditahan oleh Rika.

Jakarta, 20 Juni 2023

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post