Menunggu Panggilan Dokter
@Cerpen
#Tagur ke-85
Menunggu Panggilan Dokter
Kamu demam Nak, kita ke dokter ya," ajak Kirin tanpa berlama-lama.
Bibi Kirin bergegas menyiapkan kenderaannya. Kembali dia menghampiri keponakannya yang sedang sakit.
"Ayo, Nak kita berangkat," ujarnya sembari menuntun Wulan.
Bi Kirin menaiki motornya diikuti Wulan diboncengannya.
"Pegangan ya Nak, bersandarlah di punggung Bibi," titahnya.
Wulan memeluk Bibinya dari belakang. Beberapa menit kemudian mereka sampai di klinik yang tidak jauh dari rumah mereka.
Sesampai di klinik Bibi Kirin memarkir motornya. Perlahan Wulan turun dari motornya. Bi Kirin segera menuntun Wulan masuk.
"Permisi, Sus mau daftar anak saya," ucapnya.
"Oh, di sini Bu," balasnya.
Setelah mendaftar mereka harus menunggu panggilan dokter.
Bi Kirin tampak gelisah, dirangkulnya Wulan yang masih demam. Tetiba nama Wulan dipanggil. Gegas Bi Kirin menuntun Wulan.
"Ayo, Nak, kita masuk," ajak Bi Kirin.
Bi Kirin mengetuk pintu ruang dokter.
"Ayo, Bu silakan masuk, apa yang dirasakan," tanya dokter.
Bu Kirin menjelaskan penyakit yang dirasakan Wulan.
Dokter pun memeriksa Wulan yang berbaring di tempat tidur pasien.
Jakarta, 29 Jini 2023
Salam lterasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan