Bertemu Seorang Ibu Paru Baya
Bertemu Seorang Ibu Paru Baya
Luka Yang Mendera ke-16
#Tagur ke-102
@Cerpen
Bibi melajukan motornya dengan perlahan. Dalam perjalanan pulang Wulan kembali memanjakan netranya dengan pemandangan yang sangat indah dan menyejukkan. Sawah luas terbentang yang masih menghijau membuat Wulan ingin berlama-lama menikmatinya. Wajahnya mengembang sembari bernyanyi kecil. Kirin yang mendengar Wulan bernyanyi merasa senang. Dia terharu akan keponakannya yang sebatag kara, Kirin berusaha menyenangkan hati Wulan.
“Wulan kamu pantas behagia Nak, Bibi sangat senang melihatmu tersenyum,” gumam Bibi di benaknya sembari melengkungkan bibirnya.
Perjalananm mereka hampir sampai. Saat mereka ingin membelok ke arah rumahnya seseorang menyapa Kirin.
“Hai, Kirin apa kabarmu? tanyanya sopan. Ibu paruh baya menghampiri mereka.
Bi Kirin menatap wajah Ibu paruh baya yang menghampirinya. Sembari menhingat-ingat wajahnya Kirin mengajak ibu tersebut mampir ke rumahnya. Kirin memarkir motornya di halaman rumahnya dan meminta Wulan membawa barang belanjaan mereka.
“Kirin meraih kunci rumah dari dalam tasnnya lalu membuka pintu rumahnya.
“Mari, Bu silakan masuk,” ajak Kirin dengan tersenyum.
Jakarta, 20 Juli 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan