Hindari 4 Kalimat Jika Ingin Anak Sukses
@Kolom
#Tagur ke-97
Hindari 4 Kalimat Jika Ingin Anak Sukses
Ada hal penting yang perlu diketahui orang tua cara penyampaian nasihat kepada anak-anak!
Anak adalah merupakan harta yang berharga bagi setiap keluarga atau orang tua. Sejak kecil anak sudah mendapat didikan dan bimbingan dari orang tua. Orang tua memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak-anaknya dan berharap kelak akan menjadi orang yang sukses juga menjadi kebanggaan bagi keluarga. Namun, setiap anak berbeda-beda sikap dan daya pikirnya. Ada yang cerdas ada juga yang lemah. Berbagai cara yang dilakukan orang tua demi kepintaran dan keberhasilan anak-anaknya. Terkadang orang tua tidak menyadari akan kemampuan setiap anak. Selalu menggunakan pemikirannya sendiri.
Sikap dan ucapan orang tua sebenarnya bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Oleh sebab itu orang tua harus lebih bijak untuk memberi nasihat kepada anak-anak.
Menurut Bisnow, kata-kata di bawah ini tidak pernah digunakan orang tua dari anak-anak yang tumbuh menjadi orang sukses. Jika anak ingin sukses, sebisa mungkin hindarai ungkapan-ungkapan ini.
1. "Tidak boleh main sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat."
Banyak orang tua tidak memahami keinginan dan cita-cita anak-anak mereka. Beberapa anak mungkin sebenarnya tidak punya keinginan untuk pintar dalam akademis, namun orang tua justru memaksakan kehendaknya sendiri.
Orang tua harusnya mendukung keinginan anak-anaknya. Sebab aktivitas bermain membantu anak belajar bersosialisasi dan membuat aturan dan kesepakatan. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk belajar hingga mampu membuat keputusan.
2. "Ayah-ibu akan memberimu uang jika kamu mendapat nilai bagus."
Memberi uang saat anak mendapat nilai bagus, atau merampungkan tugas sekolah lainnya, ternyata tidak dianjurkan untuk dilakukan. Saat orang tua hanya fokus pada prestasi dan nilai memuaskan di sekolah, potensi anak akan layu sebelum bisa berkembang.
Nilai dan prestasi di sekolah memang penting, tapi jangan lupa kalau orang tua juga perlu mendukung perkembangan berbagai aspek lain dalam kehidupan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan positif.
3. "Ayah/ibu tidak percaya kamu, jadi ayah/ibu mengecek PR kamu dan memperbaiki kalau ada yang salah."
Semua orang tua harus menekankan pentingnya tanggung jawab sejak usia dini. Mereka ingin anak-anak bertanggung jawab, menghadapi masalahnya sendiri, belajar dari kesalahan dan lebih percaya diri seiring bertambahnya usia.
4. "Ayah/ibu memberi tambahan uang saku supaya kamu bisa membeli apapun yang kamu mau."
Dampak negatif memanjakan anak bersumber dari kebiasaan orangtua yang memberikan semua keinginan anak. Kebiasaan ini secara tidak langsung membuat anak tidak bisa belajar tentang konsep dan sikap tanggung jawab.
Anak yang terbiasa dimanja dengan uang akan menjadi malas, tidak termotivasi, dan juga mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Pada akhirnya, mereka akan tumbuh besar tanpa kematangan emosional, dan mengalami kesulitan mengatasi masalah ketika mereka dewasa.
Yang terpenting adalah memberikan pengertian kepada anak mengenai kegunaan dari uang saku dan berikan fasilitas bagi anak untuk menabung.
Semoga bermanfaat.
Jakarta, 12 Juli 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan