Gelisah
@ceren
#Tagur 105
Gelisah
Warna jingga di senja itu menambah keindahan desa Suka Maju. Pera petani beriringan pulang dari sawah dengan cangkul di pundaknya.
Semangat membuncah menunggu waktu menuai buliran emas yang luas terbentang.
Para petani tidak menghiraukan hujan mau pun teriknya mentari.
Berbeda dengan Kirin pikirannya menerawang jauh. Jantungnya berdetak tak menentu.
"Aduh, ada apa denganku? Mengapa jantunggu berdetak tak karuan?"
Apakah aku mencitai Gino?"
Kirin tidak yakin kalau Gino masih mencintainya.
Saat pertemuannya dengan Gino, Kirin mulai gelisah.
Jakarta, 23 Juli 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan