Perubahan Yang Mengejutkan
@Cerpen
Tagur ke -90
Perubahan Yang Mengejutkan
“Yok, say, kita cari udara segar dulu, siapa tahu ada sesuatu membuat Mas dapat undian terus kita punya uang banyak gitu,” ucap Dodi mengulas senyum.
“Idih, apaan sih Mas.” Ngak lucu tahu.” Wajah Rini memberengut.
Kedua pasangan itu berkeliling mencari udara segar, sesekali mereka tertawa. Dodi melajukan motornya hingga tidak menyadari mereka sampai di rumah Kirin istri pertamanya. Namun, ia heran bahkan tidak percaya kalau itu rumahnya dulu. Ada perubahan yang mengejutkan.”
“Inikan rumah saya dan Kirin waktu masih bersama, tetapi sudah sebagus ini!” apakah Kirin sudah menikah lagi dengan orang kaya,” monolognya di hati.
Rini heran melihat tingkah suaminya yang diam mematung.
“Mas, ada apa kok diam saja, apa yang Mas lakukan,” tanya Rini membuyarkan lamunan Dodi.
“Eh, ya, Rin!” lihat rumah yang di sana, itu rumah kami saat bersama Kirin, tetapi sekarang sudah bagus, apa dia menikah dengan cowok kaya ya?” tanyanya.
“Mana kutahu Mas, biar saja diakan sudah bukan istri Mas lagi, ayo pergi,” seru Rini cemburu.
Dodi melajukan roda duanya. Baru saja Dodi melajukan motornya tetiba dia berpapasan dengan Kirin. Tanpa sadar dia memanggil.
“Kirin …,” panggilnya sembari menghentikan motornya.
Sontak Kirin mengerem Motornya saat ada yang memanggil Namanya. Kirin menoleh kea rah suara yang memanggilnya. Namun, setelah tahu orang yang memanggilnya, ia pun gegas melajukan motornya. Kirin sudah tidak mau bertemu dengan Dodi. Dia melihat Dodi bersama istrinya yang melingkarkan tangannya di pinggang Dodi.
Pandangan Dodi tidak lepas hingga Kirin sampai di rumah yang sudah bagus.
“Benar, ternyata itu rumah Kirin. Siapa yang bocah yang ada bersamanya. Tidak mungkin itu anaknya,” imbuhnya heran.
“Sudah Mas, ayo jalan, ngapain lagi ngurusin dia, apa Mas masih cinta,” ujar Rini memberengut.
Dodi akhirnya melajukan motornya meninggalkan rumah mantan istrinya.
“Aku, akan mencari tahu tentang cowok yang menikahinya,” monolognya di hati.
“Ayo, Nak, turun kita sudah sampai,” ucap Kirin kepada Wulan keponakannya.
Wulan mendengar Dodi yang memanggil nama Bibinya.
“Bi, siapa yang memanggil nama Bibi tadi.”
Kirin memasukkan motornya ke garasi. Ia mengabaikan pertanyaan Wulan.
Masuk Nak, makan dulu biar minum obatnya biar lekas sembuh,” titahnya.
“Baik, Bi, terima kasih.”
Wulan masih pusing dan demam, belum kuat dia berjalan. Bi Kirin mengambilkan nasi Wulan.
“Habiskan makannya yan Nak, biar minum obat dan istirahat,” ucap Bi Kirin.
Jakarta, 3 Juni 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan