Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Takjub Dengan Bangunan Megah di Pertkotaan

Luka Yang Mendera ke-10

#Tagur ke-77

@Cerpen

Takjub Dengan Bangunan Megah di Perkotaan

Usai makan Bibi dan Wulan bersiap-siap akan berangkat. Bibi sudah menstater motornya.

"Nak, Wulan ayo kita berangkat," panggil Bibi yang sudah duduk di motor.

"Baik, Bi," jawab Wulan sembari berlari kecil menuju garasi.

Wulan, duduk di belakang Bibinya.

Bibi melajukan motornya dengan perlahan.

Bahagia terpancar di wajah Wulan dia belum pernah pergi ke Mall.

"Aku memilih apa ya... nanti aku jadi bingung," gumam Wulan di benaknya.

Di jalan yang sepi Bi Wulan membawa motornya lebih cepat lagi, berharap mereka lebih cepat sampai. Mentari mulai meninggi rasa panas terasa menyengat kulit tipis Wulan dan Bibi

Sepanjang jalan Wulan memanjakan netranya dengan pemandangan yang menyejukkan. Sawah yang luas menghijau dan pepohonan yang berdiri tegak di teimpian jalan

Satu jam perjalanan mereka sampai di Mall. Wulan takjub melihat keramaian kota.

"Wah, di kota ramai sekali ya Bi?" bangunannya bagus," ucapnya sembari melongokkan wajahnya ke bangunan yang berdiri megah.

Bi Kirin memarkir motornya lalu meraih tangan Wulan masuk ke dalam Mall.

"Nak, jangan sampai berpisah ya dengan Bibi!" ucapnya mengingatkan Wulan.

Jakarta, 13 Juli 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post