Seir Haidah Hsb

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Memberi Harapan

Mrmberi Harapan

Luka Yang Mendera 28

@Cerpen

#Tagur 117

Disingkapnya sedikit gorden jendela, ĺalu melihat keluar.

"Ternyata Om Gino yang datang. Loh, Bi Kirin kenapa kok dibonceng sama Om Gino?" tanya Wulan di hatinya.

Gegas Wulan membuka pintu. Dihampirinya Bi Kurin yang baru turun dari motor.

Kakinya yang masih sakit membuat Kirin berjalan pincang.

"Bibi kenapa pincang, bibi sakit ya?" tanya Wulan sedih.

Wulan memapah Bibinya, matanya sembab hingga butiran bening jatuh di pipinya.

" Bibi duduk dulu ya, Wulan buatkan minuman."

Wulan pergi ke dapur, tidak berapa lama dia sudah kembali membawa dua gelas air minum di nampan.

Disuguhkannya minuman untuk Om Gino dan Bibinya.

Wulan meninggalkan Om Gino dan Bi Kirin. Dia masuk ke kamarnya. Direbahkan tubuhnya di atas kasur sembari mengangis. Rasa sedih menyelimuti hatinya.

Senja sudah menurut ke peraduannya, Kirin masih di ruang tamu bersama Gino.

"Dik kalau sudah sehat nanti, kami akan datang melamar Dik Kirin. Banyak istirahat ya," Mas Gino memberi nasihat dan harapan."

Jam dinding menunjukkan pukul 19. 00 WIB. Gino bangun dari duduknya ia ingin pulang.

"Terima kasih Mas, sudahí menolong Kirin.

Setelah berpamitan Gino melangkah ke luar. Diraihnya kunci motor dari dalam sakunya. Setelah distater motor pun melaju meninggalkan rumah Kirin.

Jakarta, 4 Juli 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post