Menghibur Ibu Yang Sedih
Menghibur Ibu Yang Sedih
Buruh Tani-75
#Tagur 136
@Cerpen
Masak sudah selesai, Sita meminta ibunya segera membersihkan tubuhnya. Tidak biasanya raut wajah ibunya sedih dan netranya bengkak.
"Bu, ibu sakit ya!" selesai mandi ibu Istirahat saja makannya biar di kamar saja," tutur Sita semvari memegang tangan ibunya.
"Ibu tidak apa-apa nak!" Tiba-tiba saja teringat sama Kakakmu Ridwan," ucapnya lirih.
"Ibu, tidak perlu kuatir kakak akan baik-baik saja."
Ikatan batin sangat kuat apa pun yang dialami anaknya, pasti akan terasa kepada ibunya.
Sita tidak ingin melihat ibunya bersedih. Sita menemani dan menghibur ibunya.
"Sita sama Bapak saja yang ke sawah ya Bu? Jaga kesehatan ibu," ucap Sita.
Sarapan buat ibu sudah dibawa ke kamar, Sita menyuapi ibunya dengan penuh kasih sayang.
Mentari memancarkan sinar nya. Burung-burung menyambut pagi dengan nyanyian merdunya.
Sita bersiap-siap hendak ke sawah. Ayah membawa cangkul dan arit. Hari Sabtu Sita tidak kuliah, dia tidak segan membantu ayahnya.
Sita membawa minum dan bekal di sawah.
Sita dan Bapak berangkat setelah berpamitan dengan ibu.
Bersambung....
Jakarta, 27 Agustus 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan