Menyiapkan Air Hanagt Buat Ibu
Menyiapkan Air Hanagt Buat Ibu
Buruh Tani-76
#Tagur 137
@Cerpen
Sita dan Bapak berangkat setelah berpamitan dengan ibu. Bapak berjalan terlebih dahulu, Setelah menutup pintu belakang dia pun menyusul.
Fajar pagi mengiringi perjalanan Sita dan Bapak menuju tempat mencari sesuap nasi.
Sita seorang Mahasiswa yang tidak pernah memandang statusnya terjun ke sawah menemani bapaknya. Kasih sayang kepada orang tuanya tidak akan berubah.
Hingga senja tiba Sita pulang lebih dahulu. Dia harus menyiapkan makan malam dan menyiapkan air hangat buat Ibunya.
“Pak, Sita pulang dulu ya, mau masak dan menyiapkan air hangat buat mandi Ibu,” pamitnya sambil mencium punggung tangan bapaknya.
“Baiklah Nak, hati-hati di jalan,” balas bapak sambil mengulas senyum.
Sita meninggalkan bapaknya melangkah pulang ke rumah. Sembari memberi salam Sita membuka pintu belakang. Bergegas ia menuju kamar mencari ibunya. Ternyata ibunya sedang duduk-duduk menjahit sarung yang sudah sobek. Sarung penutup kepala saat pergi ke sawah.
“Ibu, sedang apa? Ibu sudah kuat sehingga bisa megang jahitan? Tanya Sita.
“Ibu tidak apa-apa Nak, Ibu sudah baikan,” balasnya.
Sembari menunggu air hangat, Sita memasak sayur dan lauk. Dengan wajah yang mengembang Sita mengajak buna mandi.
Jakarta, 28 Agustus 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan