Merintih kesakitan
Merintih Kesakutan
Menggapai harapan-69
#Tagur 132
@Cerpen
“Lukman, cari Pak Burhan sampai dapat, di harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” titahnya dengan nada meninggi.
Bergegas mereka menuju gudang temppat Ridwan disekap.
Pintu lift sudah terbuka, dengan langkah cepat mereka menuju gudang.
"Ayo, gudangnya ada di sana," ucap Eni sembari melangka
Di dalam gudang Ridwan merintih kesakitan. Diedarkan netranya keseluruh ruangan namun, tampak gelap. Kaki dan tangannya terikat.
"Siapa yang melakukan ini? Apa salahku?" Gumamnya di hati.
Dari luar ada suara yang memanggil namanya namun, dia tidak bisa menjawab. Mulutnya masih tertutup lakban. Tetiba pintu terbuka.
"Ridwan apa yang terjadi, Siapa yang melakukan? tanya Mbak Eni.
"Ayo cepat baɓwa dia ke Rumah sakit," titah CEO
Gegas tubuh Ridwan diangkat. Mereka membawanya ke mobil. Ridwan pun dilarikan ke Rumah Sakit.
Jakarta, 22 Agustus 2023
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan